Pengumuman Penghapusan Buku POA (Pendaftaran Orang Asing)

Dengan disahkannya pelaksanaan Undang-undang Keimigrasian yang baru, no. 6 tahun 2011, Direktorat Imigrasi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menerapkan beberapa perubahan dalam ketentuan pelaksanaan di lapangan yang terkait dengan pelaporan keberadaan orang asing yang tinggal atau bekerja di Indonesia.

Pada peraturan yang lama, ditentukan bahwa kewajiban Orang Asing yang tinggal di Indonesia (lebih dari 90 hari) adalah memberikan keterangan mengenai identitas diri dan/atau keluarganya apabila diperlukan oleh Pejabat Imigrasi dan kewajiban untuk melaporkan setiap perubahan statusnya di Kantor Imigrasi. Namun dengan pelaksanaan Undang-undang No. 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian dan seiring dengan pengaplikasian teknologi informasi dalam SIMKIM (Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian), diputuskan bahwa penggunaan buku Pengawasan Orang Asing (POA) kini telah digantikan dengan data dan informasi yang terekam dan terintegrasi dalam e-office.

Keputusan ini dikeluarkan oleh Dirjen Imigrasi, yang tertuang pada Surat Edaran Dirjen Imigrasi nomor IMI-GR.03.02.0224 Tahun 2014 tentang Penghapusan Kewajiban Pendaftaran Orang Asing. Dengan dikeluarkannya kebijakan ini, maka orang asing yang tinggal di Indonesia tidak perlu lagi mempunyai buku POA (Pendaftaran Orang Asing).

 

8 thoughts on “Pengumuman Penghapusan Buku POA (Pendaftaran Orang Asing)

  1. tatik says:

    hi admin mohon penjelasannya, tolong beritahu kami langkahh2 permulaan , langkah pertama apa yg harus saya lakukan, saya ingin mohon surat nikah di indonesia, saya sudah minikah dengan wna myanmar, tapi kami belum ada surat nikah, suami sy skrg pulang ke myanmar untuk mengurus status kami, bisakah suami saya masuk ke indonesia dgn menggunakan voa, dan visa itu bila jatuh tempoh apa bisa di perpanjang di indonesia mohon penjelasannya

    • Juliani Luthan says:

      Mbak Tatik,

      Apabila sudah menikah di Myanmar, maka harus diurus surat nikah/marriage certificate yang secara resmi dikeluarkan oleh otoritas negara Myanmar. Setelah mendapatkan marriage certificate itu, maka harus ditranslate dan dilaporkan pernikahan yang dilakukan tersebut di Kedutaan Besar RI di Myanmar/Yangoon. Setelah itu baru dibawa ke Indonesia, untuk dilaporkan ke Dinas Catatan Sipil setempat, pada kesempatan pertama.

      Suami bisa saja masuk ke Indonesia dengan VOA, tetapi VOA nantinya tidak bisa dialih statuskan menjadi KITAS sponsor isteri/keluarga. Kami sarankan agar ajukan Visa Kunjungan Sosial Budaya. Visa Sosial Budaya bisa diperpanjang.

      Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat.

      Salam PerCa Indonesia

  2. chairul umami says:

    Admin,,, saya ingin membuat call visa untuk suami saya di iraq… tlng informasi bagaimana carax…. atau adakah dari organisasi ini untuk membantu saya dalam pengurusanx dijakarta…? Krn saya dr màdura blm mengerti benar jakarta…. teimakash,

    • Juliani Luthan says:

      Silakan suami yang berada di Irak bisa menanyakan langsung tentang call visa ke Kedutaan Indonesia di Baghdad, khususnya di bagian Konsuler. Organisasi kami tidak bisa membantu pengurusan visa seperti yang diinginkan. Demikian, semoga membantu.

  3. Nani Bunga says:

    Yth. Admin. Saya menikah dgn pria UK di KUA Jakarta 3(tiga) tahun yll dan kami masing2mendapatkan buku Nikah. Saya masih tinggal di Jakarta dan suami di Cambridge/UK. Sejak semula komitmen nya saya hrs tinggal disana mengingat kami sama2 sudah tua. Apakah diperlukan legalisir / regristasi atau perlu didaftarkan di UK ? mohon diberitahukan prosesnya. Terimaksih atas penjelasannya.

  4. Heni says:

    Hello. Saya ad pertanyaan soal POA. Bgini saya akan menikah dngn wn amerika tahun ini. Calon datang dngn visa turis. Apakah surat edaran ini resmi dr pemerintah pusat? Krn sy kuatir nnti pd saat minta N1 di kelurahan akan d minta POA oleh petugas, lalu ap yg hrs saya lakukan? Jika surat edaran ini resmi, bolehkah saya membawa surat ini utk d tujukan ke petugas kelurahan dan kecamatan? Kan tau sndr indonesia klo ad yg nikah sm bule pst d persulit. Tks

    • Melva Nababan says:

      Sebaiknya memang surat edaran tersebut diprint dan dibawa ketika mengajukan N1. Surat Edaran yang dimuat di website ini adalah surat resmi di atas kop surat Kementerian yang ditandatangani oleh Dirjen Imigrasi. Semoga tidak ada halangan mengurus persiapan pernikahannya. Salam PerCa!

      Melva

  5. ami says:

    Hi min saya mau Tanya, saya mau nikah dengan WNA Pakistan Dan dia ingin tinggal disini langkah apa saja ya yg harus disiapkan Dari awal dia datang, menikah sampai bisa tinggal disini. Terimakasih

Comments are closed.

X